Minggu, 01 Juli 2012

Sudah hampir waktunya

ribuan detik telah terlewati
sudah belajar pada teriknya matahari
sudah belajar jatuh pada hujan
senja telah datang

sudah hampir waktunya...
melepas penat lelah menutup mata sejenak



i know this sound ridiculous, my best friend left this letter in previous day at the Sultan Hasanudin Airport, hiding under the world clock, "nyempil" in the bottom corner seat and i was looking  for it as well. We have fun!

Kamis, 28 Juni 2012

Jayapura City





Mendadak saya harus ke Jayapura sebelum mudik ke jawa, untung saya sudah di Merauke jadi tinggal naik pesawat sekali. Ada teman datang ke Jayapura jadi kita mau ketemuan. Dan ingat gak di postingan saya sebelumnya yang ada gunung bertulikan "Jayapura City" yanga kayak di Holywood itu. Yes, here we are!! Dari sini dapat dilihat pemandangan Kota Jayapura dari ketinggian. So high and beautiful. :)

Minggu, 29 April 2012

hey,kamu

kamu..
hey kamu..
yang entah datang darimana kamu
yang gak mau dipanggil "kamu"
iyaa kamu itu
kenapa kamu gak mau kupanggil "kamu"?

hey kamu
tentunya kamu 
yang mencuri hatiku
yang menceriakan pagiku
tidakkah kau bosan mendengar dengkur nafas ketiduranku?
tidakkah kau lelah membuatku tersenyum di setiap pagiku?

bagaimana kau bisa melakukan itu?

bagaimana bisa kamu membuatku menyanyikan lagu untukmu??
menyanyikan lagu...tak pernah kulakukan pada siapapun

kamu..
iya..tentu kamu..
bagaimana bisa membuatku jadi peduli padamu?

Get well soon, My Capt! :)

Selasa, 03 April 2012

satu langkah kecil


"Perjalanan ribuan mil, dimulai dari satu langkah kecil"

semoga ini menjadi langkah kecil, awal ribuan mil perjalanan saya keliling dunia mengagungkan kebesaranMu
Amiennnnnn Ya Allah

Jumat, 30 Maret 2012

Plants are great, aren't they?

Tonight was heavy rain. and i were worried about the seed that planed yesterday. Are they still ok?? how if they washed out?? what a pity :(

But..look!! when i see them in early morning, they get grow instead..subhanallaahhh...


Even when it rain, and they get soaked, they still put there..
Growing and growing..
I want to be that strong too!


Thank Allah for remain me, feel like you huge me tighly.. :)

Rabu, 28 Maret 2012

Curhatan Rakyat Papua - STOP Anarki

-->
Beberapa hari kemaren saya tidak bisa menyalakan TV karena jenset rusak, tidak ada listrik. Jadi baru tahu ada berita demo besar-besaran tentang kenaikan BBM hari ini. Saya memang bukan orang Papua, hanya bertugas dan mendapat penempatan di Papua.  Melihat tayangan demo di TV saya merasa miris. Disini ada sudut pandang dan pernyataan kami, saya dan teman-teman saya di Papua, saudara kita sebangsa setanah air Indonesia, semoga bisa membuka mindset dan cara berfikir kita.
Kami masyarakat Papua setuju dengan Kenaikan BBM, dengan harga Rp 6000/liter pun tak jadi masalah, yang penting SPBU jangan kosong. Toh kami terbiasa membelibensin eceran dengan harga Rp 15.000 – Rp 40.000,-  Hingga kalau kekosongan BBM kami bisa beli bensin eceran hingga Rp 50.000/liter. Jadi kalian di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi coba lihat nasib kami, saudara kalian yang tinggal di daerah, khususnya wilayah Indonesia Timur. Kami kekosongan SPBU bahkan sampai ber minggu-minggu sudah hal biasa. Kalian kekosongan 1-2 hari sudah ribut luar biasa, diliput media pula, sedangkan kami tidak pernah diperhatikan. Ingat!!! Indonesia bukan hanya wilayah barat dan tengah, masih ada Indonesia wilayah Timur. Lihatlah saudara-saudara kita di pedalaman Papua, di Mappi bensin Rp 15.000, Tolikara Rp 30.000, Yahukimo Rp 30.000,  Pegunungan Bintang Rp 35.000,  Puncak Jaya Rp 40.000,- . Teman saya di Puncak Jaya kemaren padam listrik 24 hari, tidak bisa menyalakan listrik karena SPBU kosong, sekali ada bensin harus antri dari subuh sampe jam 12 siang itu pun hanya dapat 5 liter. Ini hanya sebagian dari contoh, saya yakin Rakyat Indonesia adalah bangsa yang besar, yang ulet, dan pekerja keras, kita dapat bertahan dengan kenaikan BBM ini. Rakyat Papua aja bisa masa yang lain gak bisa.
Kami bukan mewakili Pemerintah, Partai, ORMAS, maupun LSM. Kami hanya ingin mencoba pikiran teman-teman agar tidak sering mengeluh dan bertindak anarkis. Mari kita berusaha bekerja lebih keras lagi, lebih berusaha lagi, lebih kreatif lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saya yakin kita, bangsa Indonesia BISA bertahan.

Respect!!


 Mereka adalah anak-anak Pantai Soba, Mappi, Papua.  Mereka tidak tahu presidennya siapa, Pancasila apa, politik apa, dan hal-hal tetek mbengek lainnya. Yang mereka tahu hanya Persipura, Cornelis Kaimu,  memanjat dan menjual kelapa muda. Ketika anak-anak seusia mereka yang berada di Jawa mempunyai mainan mobil-mobilan, mainan mereka adalah parang dengan panjang sepanjang 15 cm.Dengan kondisi Papua yang bahan makanan mahal,jumlah sekolah dan guru kurang, fasilitas kesehatan minim ini. Kalau orang-orang di luar Papua ada yang mengeluh merasa diperlakukan tidak adil, merasa  paling kesusahan, paling miskin, paling menderita dengan hal sepele, tidak tahukah mereka bahwa rakyat papua  ini sebenernya lebih susah. Sekotak wafer superman sudah jadi barang mewah, membuat mata mereka berbinar-binar senang. Sebenarnya siapa yang diperlakukan tidak adil disini. Saya tidak mau banyak omong, menghujat sana-sini siapa yang salah, saya tidak mau menjadi wasit sepak bola, yang pekerjaannya menyemprit tiap saat – “Offside”, “handball’,”pemerintah salah”,”turunkan presiden” dan seterusnya. Bukankah kita juga bisa menjadi pemain bola yang baik. Yang mengajarkan kita untuk berfikir kreatif  –“what can I do?”,”saya harus ikut membantu”, dan seterusnya. Lebih baik ikut membantu, ikut partisipasi, sekecil apapun itu.